Sabtu, 27 Februari 2010

TUHAN JUGA BISA BERCANDA

Ga tau kekuatan supranatural apa yang dimiliki tikus sehingga gw selalu menghindari untuk bertemu pengerat dengan tingkat adaptasi luar biasa ini. Jangankan gw, gajah aja yang ukuran badannya super gede, takut sama tikus.
Suatu ketika, ketika gw kebelet pengen buang air kecil, gw menemukan sebuah bangunan tua dengan tembok yang sudah ditumbuhi lumut. Gw kencing di salah satu sudutnya, menguras isi kantung kemih berupa cairan berisi zat-zat yang menurut ginjal perlu untuk dikeluarkan dari dalam tubuh, bahasa kerennya diekskresikan.

Ketika hampir selesai, sebuah bayangan di tanah di antara kedua kaki gw menampakkan shiluette bayangan kecil yang mampu membuat adrenalin terpompa hingga gw mampu melompat dengan kecepatan dan jarak yang tak terduga. Bayangan tersebut apalagi kalo bukan tikus. Dengan posisi sedang buang air kecil, pergerakan gw menjadi terbatas. Satu-satunya yang ada di pikiran gw adalah mengencingi si tikus dengan sisa kencing yang belum keluar. Bukannya takut atau kaget atau reaksi lain yang gw inginkan, si tikus malah bergerak ke arah gw dengan mulut terbuka lebar memamerkan giginya yang kecil dan tajam. Gw panik, entah zat apa yang dihasilkan tubuh karena kepanikan ini karena otak gw jadi tidak bisa memikirkan apapun, gw hanya bisa berdiri mematung menunggu si tikus melaksanakan apapun keingiannya. Dia melompat dan kemudian dengan cakar dan giginya dia melekat di tangan kanan gw, dengan kekuatan penuh ketakutan, jijik dan panik, gw menepis tikus itu. Bunyi plak terdengar bersamaan dengan pulihnya kesadaran gw.

Gw terbangun, ternyata gw mimpi. Tarikan napas gw masih sangat cepat dan tidak teratur, perasaan gw masih gelisah. Setelah lebih tenang, gw tertawa sendiri. Sejenak kemudian, lonceng berdentang dari menara gereja yang hanya berjarak 70 meter dari rumah. Lonceng berdentang dua kali, diam, berdentang lagi dua kali lagi, diam, dan terus berulang beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Bunyi ini menandakan ibadah akan berlangsung setengah jam lagi, tepat pukul 06.00. Saat itu lonceng akan berdentang tiga kali kemudian sela kemudian berdentang dan seterusnya sampai akhirnya berhenti. Mendengar lonceng, gw sadar kalo sudah beberapa bulan ini gw ga melakukan persekutuan di gedung gereja.
Sebuah mimpi di pagi hari, 30 menit menjelang ibadah dimulai, nampaknya bukan hal tanpa maksud ternetu. Gw merasa Tuhan melakukan sebuah teguran. Teguran dengan cara yang aneh, unik, dan hanya dia yang mampu melakukannya, menegur melalui mimpi.

Hari ini, minggu 28 Februari 2010, pukul 05.33, gw merasa sangat bahagia, bahagia karena merasakan sebuah kasih sayang, sebuah teguran dari sosok yang gw agungkan. Dia melakukannya dengan hal yang tidak terduga, tanpa kekerasan tetapi melalui sebuah cara bercanda yang unik. Tuhan menegur gw dengan sebuah candaan.

Secara kebetulan, hari ini gw masih mencari sebuah topik untuk postingan di Djarum Black blog contest yang disosori oleh produsen Djarum Black dan Djarum Black Menthol dan postingan ini ternyata juga adalah postingan ke-20 gw. Postingan terakhir untuk kompetisi ini.