Kamis, 25 Februari 2010

TELUR BEBEK

Ceritanya waktu liburan panjang kelas 5 SD. Sebagai anak desa yang sangat akrab dengan alam, liburan bagi kami adalah berarti mandi di sungai pagi dan sore, berkemah di sawah-sawah milik orang di belakang rumah, memancing, bermain bola, bermain petak umpet dan kelereng serta melakukan beberapa kenakalan-kenakalan kecil, merokok.

Daya tarik permainan-permainan itu sangat luar biasa. Kami bisa bangun lebih pagi ketika libur daripada pada waktu sekolah. Bangun tidur dengan muka masih dihiasi garis-garis bantal, dan iler kering di sekitar bibir. Tanpa dikomando, kami langsung menuju jalan di depan rumah masing-masing. Tidak begitu lama semuanya sudah menampakkan mukanya. Muka yang tampan alamiah akan segera terlihat di sini namun sayang tidak ada yang masuk kategori.

Setelah semuanya kumpul, sekarang bergerak menuju lapangan dan langsung bermain bola. Biasanya jam-jam begitu lapangan masih berkaabut dan rumput masih sangat basah oleh embun. Namun tidak ada yang megalahkan kesenangan bermain bola bagi kami. Selesai bermain bola, sungai adalah tujuan selanjutnya.

Liburan panjang selalu bertepatan dengan musim kemarau sehingga sungai menjadi lebih dangkal dan lebih jernih. Sungai kami lebarnya sekitar 50 meter. Bagian-bagian dari sungai ini telah memiliki nama berdasarkan kondisinya. Ada yang diberi nama benteng, liku, batu papan, tanduk didi’, dan landa-landa. Tempat kami biasa mandi adalah bagian landa-landa. Bagian ini aman karena tidak terlalu dalam dan dibagian selanjutnya lebih dangkal sehingga mengurangi resiko terbawa arus.

Kami langsung berenang sepuas-puasnya. Di pinggir sungai pada bagian dimana terdapat batu-batu papan, dibuat sumur yang diberi nama panambung. Sumur ini sumbernya tetap dari air sungai tapi telah disaring oleh batu papan sehingga lebih bening namun berbau khas batu papan.
Puas berenang, saya menuju bagian yang dangkal hendak membuat jakuzzi ala anak sungai. Jakuzzi ala kami adalah sebuah lingkaran dengan menempatkan batu-batu sebagai dindingnya sehingga air di dalam lingkaran lebih tenang sedangkan air yang mengalir melewati dinding-dinding batu lebih deras sehingga sangat nyaman untuk ditempati berendam.

Ketika sedang sibuk menata batu-batu, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah benda bulat di dasar sungai. Warnanya hijau kebiruan dan ketika kuambil ternyata adalah sebuah telur. Telur bebek. Entah sudah berapa lama berada di situ. Telur itu kusimpan dan kubawa pulang. Kakaku yang pertama kuperlihatkan dan setelah memegangnya dia mengatakan telur itu masih bagus. Dan terjadilah perubahan siklus hidup seekor bebek yang biasanya dari telur ke anak bebek menjadi telur ke mata sapi.

Keesokannya aku ke tempat yang sama dan di situ seperti kemarin, nampak sebuah warna dari benda yang tetap membuatku terkagum-kagum. Telur. Entah mengapa si ibu bebek meninggalkan telurnya di situ. Mungkin dia kebelet pup dan yang keluar adalah telur atau mungkin dia mau menyaingi bentuk batu kali yang hitam legam, kalo ini yang dimaksud, si bebek berhasil. Mungkin juga dia merasa tempat itu merupakan tempat terbaik untuk meletakkan telurnya. Karena setelah menetas sang anak akan menikmati enaknya berenang. Bebek yang aneh.

Sekitar empat hari berturut-turut aku menemukan telur bebek pada tempat yang sama dan pada waktu yang hampir sama pula. Aku masih heran bercampur senang. Kok bisa ada bebek yang rela menyumbangkan bakal anaknya secara cuma-cuma. Mungkin dia sedang beramal.
Hari ke-5 aku ke tempat itu lagi, dan sekarang benda yang sudah 4 hari berturut-turut kutemukan tidak ada di sana dan digantikan dengan sebuah benda berwarna kuning agak gelap dengan bentuk yang agak panjang. Tidak perlu waktu berpikir terlalu lama untuk menyimpulakan benda apa itu. Segera kutinggalkan tempat itu dan kembali ke rumah.

Mungkin si bebek telah mengerti letak bertelur yang baik dan benar sehingga tidak bertelur di tempat itu lagi, mungkin juga dia sudah sadar bahwa telurnya berbeda dengan batu kali meskipun kadang bentuknya mirip. Atau mungkin juga nasib naas menimpa si bebek . Dia diceraikan karena dianggap mandul oleh suaminya. Tragis.

Sebuah postingan sederhana untuk kontes blog Djarum Black, sponsor berbagai ajang kreatif seperti
Djarum Black Motodify