Minggu, 01 November 2009

DUA EKOR KUDA, KERETA API DAN ROKET

Ketiganya merupakan alat transportasi yang ada pada zaman yang berbeda. Namun ada hubungan erat antara ketiganya. Ternyata kereta kuda dari zaman romawi kuno mempengaruhi lebar rel kereta api yang kemudian juga mempengaruhi lebar tangki bahan bakar roket. Gw tahu informasi ini dari buku Paolo Coelho yang berjudul Zahir.

Ceritanya pada zaman romawi dahulu, orang membuat kereta kuda berdasarkan jarak antara dua kuda penarik kereta yaitu 143,5 cm. Ketika orang membuat gerbong kereta api, mereka menggunakan alat yang sama dengan alat untuk membuat kereta kuda. Rel kereta api kemudian menyesuaikan dengan lebar gerbongnya yaitu 143,5 cm. Ketika tangki bahan bakar roket hendak dibawa, kereta yang digunakan harus melalui terowongan yang lebarnya disesuaikan dengan gerbong kereta api. Terpakasa tangki bahanbakar roket tersebut disesuaikan dengan terowongan dan lebar gerbong kereta.

Ukuran rel kereta api tersebut membuat gw berpikir bahwa segala sesuatu yang ada saat ini dipengaruhi oleh hal-hal yang telah ada dari zaman dahulu. Ide untuk pembuatan telephone, mobil, televisi, radio, handphone sebenarnya telah ada di alam ini, disediakan oleh Sang pencipta untuk ditemukan. Hanya membutuhkan pekerja keras dan orang-orang yang sangat peka untuk menemukannya. Hal yang sama berlaku untuk inovasi-inovasi baru seperti pada Blackinnovationawards. Inovasi butuh kepekaan, kerja keras serta belajar pada inovasi-inovasi yang telah dilakukan manusia dari zaman purba. Salah satu wujud inovasi di Industri rokok yang gw perhatikan adalah inovasi Djarum Black yang kemudian memunculkan Djarum Black Menthol dan Djarum Black Slimz.
Inovasi adalah hal yang berhubungan dengan kerja keras, bekerja dengan mendengarkan suara hati karena dari situlah Tuhan memberikan kepekaan yang luar biasa kepada setiap manusia serta pantang menyerah dan belajar dari setiap pengalaman.
Belajar dari dua ekor kuda, kereta api dan roket: "tidak ada ilmu yang terlalu kuno untuk diketahui dan dipelajari"