Hari ini gw terserang flu dan hilanglah separuh keceriaanku. Untung yang mampet cuma lubang hidung sebelah kiri jadi masih bisa pake yang kanan buat napas tapi itupun kurang cukup. Soalnya tarikan napasnya jadi kurang kuat huffff.....(narik napas)
Dampak dari hidung mampet paling terasa kalau lagi pengen tidur. Apalagi gw sering ngalami gangguan tidur yang orang sebut “ketindisan” alias Sleep Paralysis. Sleep paralysis menurut temen gw adalah gangguan sebagai akibat tidak diresponnya perintah otak oleh tubuh (gw juga rada ga ngerti nih yang ilmiah-ilmiah). Pokoknya intinya adalah suatu kondisi tidur dimana otak kita sudah terbangun tetapi tubuh kita masih menolak untuk bangun. Nah..ketika gw ketindisan gw serasa panik dan tegang minta ampun, gimana gak panik, anggota badan ga ada yang menurut sama perintah otak gw. Saking paniknya, gw jadi susah bernapas. Gw baru bisa bernapas normal lagi setelah badan gw tiba-tiba bisa digerakkan dan itu biasanya memakan waktu yang agak lama (ga sampe bermenit-menit sih). Pokoknya menderita banget deh..Kondisinya mirip saat menyelam (tanpa alat bantu ). Ada saat dimana saat kita sudah ga tahan pengen bernapas tapi permukaan air masih jauh di atas, nah kondisi seperti itulah yang mungkin bisa menggambarkan penderitaan gw saat terserang ‘ketindisan”.
Pernah suatu hari gw baca di bukunya Dewi Lestari, teknik bernapas dimana kita menghirup napas yang dalam dan panjang lewat hidung kemudian menghembuskannya perlahan dari mulut, dihembuskan sedemikian sehingga terdengar bunyi seperti huruf ‘s’ yang panjang sss.......sssssss..
Setiap gw melakukan tekhnik pernapasan ini, gw merasakan sensasi tersendiri dari bernapas. Paru-paru gw rasanya terisi penuh dan otak gw segar banget. Pada awal melakukannya memang agak kurang nyaman tetapi setelah beberapa tarikan napas selanjutnya terasa sangat nyaman. Teknik dan sensasinya mungkin seperti yang temen gw rasain waktu menghisap rokok Djarum Black soalnya tuh asapnya lamaaaaaa banget baru dikeluarin.
Nah...kalau suplai oksigen yang dibutuhkan otak cukup, bakalan muncul banyak ide-ide segar seperti yang sering ditampilkan dalam Blackinnovationawards. Jadinya otak bukan untuk merancang kata-kata keluhan dan makian tapi merancang hal-hal baru yang berguna...
Gimana, sudah bisa menikmati kegiatan bernapas?