Senin, 27 April 2009

GAME, MEMORI DAN JACK SPARROW

Matahari......,meniupkan napas bagi sang pagi, nyawa bagi sang hari.....

Semangat hari ini pasti akan sirna melihat seorang pemuda dengan mata yang kelelahan, pantat berlemak tipis, pakaian sangat kusut, serta muka dengan minyak yang cukup buat menggoreng telur mata sapi(berlebihan banget kan?) dan rangkaian kata-kata tersebut jika disingkat menjadi buseeetttt!!!!!. Jika ada yang mengatakan “wajah orang yang asli akan kelihatan di pagi hari”, maka jangan pernah berharap pada manusia yang satu ini. Wajah pagi,siang dan malamnya tetap sama...buseettttt!!!..

Pemuda itu nampak sedang berdiri di depan Novus Game Center, menikmati hangatnya matahari pagi, sekalian meregangkan badannya yang pelit lemak. Para pengguna jalan melihatnya dengan pandangan heran. Dalam hati mereka berkata “Game center yang aneh, memilih karakter game untuk promosi kok yang kayak ginian?gak ada karakter monster yang lain apa??”

Pemuda yang difitnah itu nampak langsung batuk-batuk dan dengan segera melayangkan pandangan ke sekitarnya. Harapnya dia mendapati seorang cewek cantik dengan rambut panjang tertiup angin sedang memandangnya dengan tatapan penuh cinta. Namun yang didapatinya adalah pandangan sadis dari seorang bocah SD. Aura pembunuh mulai muncul di sekitar bocah itu. Kemarin sore si bocah menonton serial animasi di tv, pada episode kali ini pahlawannya dikalahkan oleh monster jahat. Mungkin dikiranya pemuda di depannya saudara atau paling nggak tetanggaan sama monster yang di tv. Namun tiba-tiba aura pembunuh itu hilang ketika melihat sang “monster” memesan jamu dari seorang penjual jamu gendong. “Masak monster jahat minum jamu??,bukannya minum susu??” pikirnya.

Pemuda yang dengan penuh semangat minum jamu tersebut akhirnya diketahui bernama lengkap Satria Negara...nama yang sangat bagus. Saking bagusnya sampai sang pemilik nama menjadi minder dan memutuskan menyingkat namanya menjadi Sate, nama yang lebih sederhana, mudah diingat dan yang jelas selalu dipromosikan penjual keliling yang lewat di depan rumah, sateee...sateee...

Sate, pemuda sederhana dengan tampang pas-pasan, penampilan kurang, tutur kata rada santun, dan otak yang lumayan. Tak ada yang terlalu menonjol kecuali giginya yang berusaha selalu kelihatan sampai-sampai menutupi bibir bawahnya.
Kisah harian Sate relatif monoton: pagi sampai sore tidur, sore sampai pagi di game center maen game (emang di game center ngapain??), kadang cuma menjadi penonton (oohhh). Siklus singkat itulah yang berlangsung setiap hari. Untungnya tidak ada fase dimana dia menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang akan masuk MURI sebagai kupu-kupu terburuk yang pernah ada.

Sebelumnya, game hanya menjadi pelengkap dalam keseharian Sate yang lebih didominasi kegiatan favoritnya yaitu belajar (0,2%) dan nongkrong bareng teman-temannya (99,8%). Namun beberapa bulan ini lingkungan sosial yang nyata seakan hilang darinya setelah teman-teman akrabnya mulai pergi satu demi satu. Bukannya si Sate ditinggal ke acara dangdutan. Teman-temannya pergi karena sedang dalam proses “menjual” ijazah S1 untuk ditukar dengan sesuatu yang disebut pekerjaan. Sate yang belum sempat memperoleh barang jualan berupa ijazah akhirnya tinggal dan meratapi dunianya yang berubah.

Sate mencoba berbagai cara untuk mengembalikan waktu yang pernah ada dengan teman-temannya. Semua hal yang hanya menjadi titik-titik ingatan yang membentuk sebuah memori(daun pisang) lagu kaliii. Sesuatu yang sangat sulit karena karakter-karakter yang diharapkan tidak pernah nampak pada orang lain. Originalitas tak tergantikan yang nampak sempurna dari sebuah karakter. Sampai akhirnyaaa....suatu sore Sate masuk ke Novus game Center dan mulai memainkan game-game online yang memungkinkan interaksi antar karakter.

Eurekaaaaaa...teriak sate dengan mimik jengkel, ternyata kakinya keinjak penjaga game center yang bernama Eureka (kirain teriakan gembira layaknya Archimedes).
Keasikan menikmati interaksi dengan pemain online yang kadang menjengkelkan, lucu, pemarah, suka menolong, dan karakter figuran yang lain membuatnya melupakan hal-hal yang menjadi prioritasnya. Studi, keuangan dan kesehatan menjadi korban. Mereka tak berdaya melawan Sate sebagai pengendali pikiran.

Ketika waktu telah mengharuskan munculnya penyesalan, Sate kemudian menyalahkan lingkungan sosial nyatanya yang telah hilang. Lingkungan nyaman dan sangat mempengaruhi cara berpikirnya. Namun kemudian muncul dewi pencerahan. Bukan melalui orang-orang terdekatnya atau orang-orang terkenal, melainkan dari orang yang bertingkah kurang waras, licik, penjahat, seorang perompak. Kapten Jack Sparrow.

Kapt. Jack Sparrow dalam Pirates of Carribean merubah pandangan Sate dengan kata-katanya ”dunia tidak berubah......hanya kita saja yang berubah”.