Ada apa dengan orang-orang? Kenapa sekarang banyak yang memilih berdoa melalui media jejaring sosial? Melihat status di Facebook, dalam sehari selalu saja ada status teman saya yang berisi doa. Apakah Tuhan punya account Facebook juga sehingga doa pun sekarang menjadi status Facebook yang menjadi konsumsi publik?
Saya teringat sebuah firman dalam Alitab, Matius 6:5:
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya".
Dalam pengertian saya, Facebook tidak ubahnya seperti tikungan-tikungan jalan raya dimana banyak orang yang lewat dan melihat.
Namun ada ayat lain yang membuat saya sadar bahwa pandangan saya tidak boleh menjadi sesuatu yang dipaksakan untuk orang lain. Matius 7:1-5:
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Sekiranya pendapat saya menjadi bahan pertimbangan bagi teman-teman. Semoga semua itu dipahami sebagai masukan tanpa adanya maksud menghakimi.