Jumat, 14 Oktober 2011

ANJING OON


Seekor anjing kecil menyalak cempreng berusaha menakut-nakuti anak kecil yang mencoba mengganggunya. Usaha yang sia-sia karena anak itu tidak takut malah semakin bersemangat untuk melaksanakan niatnya. Anjing kampung kecil kurus berbulu cokelat tua itu kemudian memilih menghindar dan mencari tempat persembunyian.

Pilihannya tepat untuk bersembunyi di celah sempit antara dua rumah, celah yang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan beberapa perabotan yang tidak dipakai. Di celah itu, dengan badannya yang kurus dia mampu bersembunyi dengan leluasa di perabotan dan kardus-kardus.

Lapar membuat anjing kecil malang itu kembali menyalak kecil dan keluar dari tempat persembunyiannya. Seorang Pemuda yang tinggal di salah satu dari kedua rumah itu memperhatikan dan mengambil telur matang kemudian mengupasnya lalu menyodorkannya kepada anjing kecil. Anjing itu menjauh, masih trauma dengan manusia. Sang Pemuda menyadarinya dan membiarkan telur itu tergeletak di tanah. Kemudian meninggalkan anjing kecil agar bisa mengisi perutnya tanpa perasaan takut.

Keesokan harinya Pemuda itu kembali menyodorkan ikan goreng untuk dijadikan santapan anjing kecil. Seperti biasa, dia hanya meninggalkan ikan itu dekat persembunyian anjing kecil. Beberapa hari kemudian, anjing kecil sudah berani keluar dari persembunyiannya tetapi tetap belum percaya kepada manusia.

Pemuda sedang mencuci pakaiannya ketika anjing kecil melompat-lompat ambil menyalak kecil di sebelahnya. Pemuda itu menjulurkan tangan hendak mengelus kepala anjing kecil, namun anjing itu kemudian menjauh. Untuk kedua kalinya anjing kecil itu datang, melompat-lompat kecil, ekor dikibas-kibaskan dan salakan kecilnya menandakan dia sudah mulai mempercayai Pemuda itu. Tangan Pemuda itu terjulur, dengan sedikit hentakan, dia berhasil mengelus kepala anjing kecil dan pada saat itu sebuah ikatan antara hewan dengan manusia terbentuk.

Anjing kecil kurus berwarna cokelat itu kemudian menjadi bagian dari keluarga si Pemuda. Namun ikatan antara anjing kecil dengan Pemuda lebih kuat daripada anggota keluarga yang lain dari Pemuda itu.
Anjing kecil terus bertumbuh dan selalu setia menemani Pemuda itu. Anjing itu terus setia menunggu di luar warnet, meski sedang turun hujan ketika Pemuda sedang menghabiskan waktunya di dunia maya. Anjing itu berlari menjemput ketika mendengar suara knalpot motor yang dikenakan Pemuda terdengar sehabis pulang latihan sepakbola.

Anjing itu akan tidur di samping Pemuda ketika Pemuda itu ketiduran di kasur depan TV. Anjing itu juga akan membangunkkannya di pagi hari dengan suara tingginya khasnya. Anjing itu juga punya kebiasaan bersin di pagi hari, gonggongannya yang khas pada malam hari serta kebiasaannya menguap. Karena kebiasaannya yang aneh itu, anjing itu kemudian diberi nama Oon.

Pemuda selalu menyempatkan untuk berbincang dengan anjingnya itu. Mengelus rambutnya yang kaku, mempermainkan muka Oon sehingga tampangnya semakin oon. Oon membalasnya dengan tidur malas-malasan di bagian rumah yang hendak disapu Pemuda ketika pagi hari. Pemuda tidak pernah ingin memukul anjingnya terpaksa Oon diangkatnya kemudian dipindahkan ke bagian yang lain. Oon akan segera kembali dan mengganggu kerja Pemuda sebelum Pemuda itu menggunakan sapu untuk mengelus punggungnya. Setelah merasa puas, Oon dengan sukarela akan membiarkan Pemuda kembali bekerja.

Ketika masa kawin datang, Oon seringkali menghilang dan baru kembali ke rumah pada saat makan malam. Setelah itu dia menghilang lagi. Paling parah adalah ketika Oon menghilangs selama dua hari satu malam. Orang rumah khawatir Oon dicuri karena banyak kejadian serupa terjadi di daerah sekitar. Untungnya malam harinya Oon pulang dengan luka di kaki kiri. Setelah menyikat habis jatah makanannya, Oon tidur pulas di samping Pemuda di depan TV.

Karena hobinya menghilang, Oon tidak boleh keluar rumah pada malam hari. Suatu malam, ketika selesai makan. Oon lupa untuk dimasukkan ke dalam rumah. Sejak saat itu, Oon tidak pernah kelihatan lagi.
Pemuda sangat sedih, mengenang anjing kecil yang dikenal dan setia menjaganya semenjak anjing itu masih kecil. Hatinya hancur membayangkan anjing yang disayanginya mengalami kondisi penyiksaan sebelum dibantai. Lebih hancur lagi hatinya ketika bangun di pagi hari, sudah tidak ada Oon di sampingnya. Tidak ada suara anjing bersin, tidak ada yang menarik selimutnya, tidak ada yang mengganggunya ketika menyapu ruang depan, tidak ada yang menjemputnya sepulang bermain bola, tidak ada teman yang diajaknya bercanda. Pemuda itu sekarang tidak tidur di depan TV lagi, karena Oon sudah tidak ada di situ menemaninya.

Mengapa orang-orang itu tega membunuh kesetiaan?
Pemuda masih merasakan kuatnya ikatan dengan Oon. Namun yang pasti, tidak akan ada yang membangunakannya lagi di pagi hari. Kali ini dia harus bangun sendiri.

-151a011-